Lay your head on my pillow, here you can be yourself.
No one has to know our feeling
No one, but me and you.
I won’t tell your secrets, your secrets are safe with me.
I will keep your secrets,
Just think of me as the pages in your diary
-Alicia Keys, Diary
Selingan dikit gpp lah yaaaaa
Gak semudah itu ternyata kalo udah besar nanti, di rumah, kan pasti adaaa aja yang bakal dibahas. Mulai dari hal yang sepele banget sampe hal-hal besar yang emang mesti dirundingkan berdua sampe beres. Dan itu (menurut gue loh ya) ngebahasnya paling enak sama orang yang sepemikiran. Semetode. Hmmm mungkin ini salah satu bentukan yang lebih halus daripada mesti bilang ‘gak dewasa’ atau ‘susah nerima pendapat orang lain’ atau ‘emosian’. Beberapa kali terbayang kalo ntar itu enaknya punya pasangan yang nyaman diajak ngobrol, termasuk nyaman diajak debat.
Wanita, emang udah dari sononya dominan menggunakan perasaan ketika menghadapi suatu hal. Wanita cenderung menggunakan emosi dalam bertindak. Senang, sedih, bahagia, iba, pokoknya dalam hal rasa-merasa jauh lebih sensitif dari makhluk manapun di muka bumi ini hahaha. Tapi menurut gue ini suatu kelebihan karna ini yang membuat wanita indah bukan? Yaaa walaupun tetep aja ada kekurangannya, gara-gara ini wanita praktis lebih lemah daripada pria. IMHO LOH hehehehe.
Sedangkan pria, ya udah paham lah ya. Pria emang lebih santai dan lebih logis daripada wanita. Ini juga suatu kelebihan menurut gue, tapi ada kalanya menjadi suatu kekurangan. Tajam seperti dua mata pisau, bisa keren dan bisa sama sekali tidak keren. Hahaha. Logika seringkali disepakati sebagai suatu yang absolut PADAHAL yah mana ada sih didunia ini yang gak berkaitan satu sama lain. Ini yang membuat gue berpendapat kalo pria lebih arogan daripada wanita, walaupun mereka benar. Terkadang buat gue ini sedikit annoying.
Wanita ini pintar dan kritis. Terlalu sensitif bahkan. Selalu merespon apa yang gak sesuai sama pendapat beliau. Yah, naluri juga kali ya. Figur yang cocok untuk membangkitkan semangat orang serumah (tadinya mau nulis provokator tapi kok kayanya konotasinya negatif). Sedangkan sang pria, jelas lebih kalem dan manajemen emosinya lebih baik ketika mengutarakan sesuatu, dan jelas lebih absolut.
Tapi apa yang terjadi ketika pasangan ini berdebat? GAK KELAR-KELAR SAMPE LECEK UNI UDA NENG AA MAS MBAK SEKALIAN DEBATNYA. Lamaaaaaaaa banget nemu solusinya, dan itu juga kalo nemu.
1. Biasanya yang pertama melempar pernyataan adalah sang wanita, seringkali benar tapi ada kalanya tidak sepenuhnya benar
2. Biasanya pula sang wanita langsung menambahkan poin penilaiannya thp pernyataan tersebut, dan seringkali tidak menyebutkan landasan sumber apa dan darimana pernyataan itu lahir
3. Seisi rumah kemudian hening sesaat, mencoba mencerna apa yang dilempar ke udara oleh sang wanita
4. Muncul pertanyaan darimana dan bagaimana pernyataan itu muncul, apa latar belakangnya dsb, seringkali dari sang pria
5. Anak #1 dan anak #2 masih hening
6. Biasanya sang wanita langsung mengutarakan pendapat pribadi yang sifatnya subjektif. Curhat. Tidak menjawab pertanyaan yang disuguhkan oleh sang pria. Dari sinilah api-api hangat untuk berdebat muncul.
7. Sang pria mulai inisiatif memaparkan abstrak, latar belakang, sumber, hipotesis awal, data, fakta, dll. Seringkali benar, dan seringkali absolut. Keras.
8. Anak #1 dan anak #2 mulai memilih kubu
9. Sang wanita biasanya mulai ‘tinggi’ karna merasa ditantang oleh sang pria, biasanya karna sang pria memang tidak lekas setuju dengan pernyataan yang sudah terbentuk
10. Poin 6 sampai 9 diulang terus sampai tak hingga. Dan poin 8 bisa sangat dinamis.
11. Akhir debat adalah ketika sang wanita pecah pundung dan sang pria dengan santai masih merasa bahwa dirinya benar benar saja.
(fyi sang wanita berdarah minang, pria berdarah minang-aceh-medan, anak2 sedari lahir tinggal di bdg)
Sang wanita memang responsif dan curhatannya pintar, tapi pake perasaan. Sang pria jelas lebih dingin dan santai, tapi cenderung tidak menerima pendapat dari sekitarnya. Keduanya tidak secara sempurna menunaikan kegiatan verbalitas komunikasi dalam rumah tangga. Hahahahahaha apasiiihh bahasanya. Yah, tapi bisa nangkep kan ya cerita tadi maksudnya apa. Kejadian diatas pasti akan ada dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan gue pengen banget menikmatinya. Menikmati dalam arti sebenarnya, diskusi atau apapun itu dengannya yang open mind. Secara sederhana. Dan mungkin saja ini yang membuat sulit setelah sekian lama. HUFTTT hahaha.
Now I have come to understand the way it is
It’s not a secret anymore ‘cause we’ve been through that before
From tonight I know that you’re the only one
I’ve been confused and in the dark
Now I understand
Still I wonder why it is, I don’t argue like this
With anyone but you
I wonder why it is, I won’t let my guard down
For anyone but you
We do it all the time
Blowing out my mind
-Corrine Bailey Rae, Just Like A Star

